Baik, mari kita bahas dua peristiwa penting dalam sejarah sirah: حادثة الرجيع (Peristiwa Ar-Raji‘) dan بئر معونة (Peristiwa Bi’r Ma‘unah). Keduanya terjadi pada tahun 4 Hijriah dan sama-sama berkaitan dengan pengkhianatan terhadap utusan Rasulullah ﷺ.


1. حادثة الرجيع (Peristiwa Ar-Raji‘)

  • Waktu: Tahun 4 H.
  • Latar belakang:
    • Beberapa kabilah dari daerah ‘Adal dan Qarah datang kepada Rasulullah ﷺ meminta agar diutus guru untuk mengajarkan Islam.
    • Rasulullah ﷺ mengutus sekelompok sahabat (sekitar 6 orang, termasuk Khubaib bin ‘Adi dan Zaid bin Dathinah).
  • Pengkhianatan:
    • Ternyata permintaan itu hanyalah tipu daya.
    • Para sahabat ditangkap dan dijual kepada Quraisy di Mekkah sebagai balas dendam atas kekalahan mereka di Badar.
  • Nasib para sahabat:
    • Sebagian dibunuh di tempat, sebagian dibawa ke Mekkah.
    • Khubaib bin ‘Adi ditawan lalu disalib oleh Quraisy. Sebelum wafat, ia meminta izin untuk shalat dua rakaat, menjadikannya orang pertama yang melaksanakan “shalat sebelum eksekusi.”
    • Zaid bin Dathinah juga dibunuh oleh Quraisy.
  • Makna:
    • Peristiwa ini menunjukkan pengkhianatan kabilah Arab terhadap amanah Rasulullah ﷺ.
    • Menjadi teladan kesabaran dan keberanian sahabat dalam mempertahankan iman.

2. بئر معونة (Peristiwa Bi’r Ma‘unah)

  • Waktu: Tahun 4 H, tidak lama setelah Ar-Raji‘.
  • Latar belakang:
    • Abu Bara’ ‘Amir bin Malik (tokoh dari Bani ‘Amir) meminta Rasulullah ﷺ mengutus guru untuk mengajarkan Islam kepada kaumnya.
    • Rasulullah ﷺ mengutus sekitar 70 sahabat, kebanyakan dari kalangan Qurra’ (penghafal Al-Qur’an).
  • Pengkhianatan:
    • Ketika rombongan tiba di Bi’r Ma‘unah, sebagian kabilah Bani Sulaim berkhianat dan menyerang mereka.
    • Hampir semua sahabat gugur syahid, hanya satu orang yang selamat (Ka‘ab bin Zaid, yang kemudian gugur di Perang Khandaq).
  • Doa Rasulullah ﷺ:
    • Rasulullah ﷺ sangat berduka, lalu berdoa qunut nazilah selama sebulan penuh, mendoakan kebinasaan bagi kabilah yang berkhianat.
  • Makna:
    • Peristiwa ini menunjukkan besarnya pengorbanan sahabat dalam menyebarkan Islam.
    • Menjadi pelajaran bahwa tidak semua permintaan dakwah datang dengan niat tulus.

3. Perbandingan Singkat

Aspekحادثة الرجيعبئر معونة
Tahun4 H4 H
Jumlah sahabat±6 orang±70 orang
PemicuTipu daya kabilah ‘Adal & QarahPermintaan Abu Bara’ untuk dakwah
NasibDitawan & dibunuh QuraisyHampir semua gugur syahid
Tokoh utamaKhubaib bin ‘Adi, Zaid bin DathinahQurra’ (penghafal Qur’an)
Respon NabiKesedihan mendalamQunut nazilah sebulan penuh

4. Hikmah Kedua Peristiwa

  • Kesabaran sahabat: Mereka tetap teguh dalam iman meski menghadapi kematian.
  • Bahaya pengkhianatan: Tidak semua permintaan bantuan atau dakwah datang dengan niat tulus.
  • Kepemimpinan Nabi ﷺ: Menunjukkan empati mendalam, sekaligus mengajarkan umat untuk waspada.
  • Fiqh siyar: Peristiwa ini menjadi dasar hukum qunut nazilah dalam shalat ketika umat Islam menghadapi musibah besar.

Ridwan, apakah kamu ingin saya susun latihan soal fiqh siyar dari dua peristiwa ini (misalnya: “Apa dasar qunut nazilah dari peristiwa Bi’r Ma‘unah?” atau “Siapa sahabat yang pertama kali shalat sebelum eksekusi?”) agar bisa menguji pemahamanmu secara sistematis?